Ajaran Lain = Rekayasa Manusia

Berikut Tanya Jawab pada sebuah forum dengan mereka yang non muslim.
Tanya :
Apakah benar agama/ajaran selain Islam itu menyesatkan ?
Syaitan percaya Allah Yang Maha Esa, namun mereka tidak mentaati perintah Allah karena mereka merasa bangga dan mulia dibandingkan manusia.
Kaum Yahudi, sesat karena mereka merasa bangga dan mulia dengan bangsa mereka (ras) dan kelebihan yang diberikan Allah yang sesungguhnya merupakan cobaan, yakni salah satunya dalam bentuk kepandaiaan (kemampuan akal).
Kaum Yahudi sangat memusuhi Nabi Isa dan berusaha untuk membunuhnya, namun Allah menyelamatkan nabi Isa dan menggantinya dengan yang menyerupai.
Selanjutnya Kaum Yahudi yang menurut kabar “bertobat ?”, “melanjutkan” pengajaran Nabi Isa, dengan pengajaran yang sesuai dengan kepentingan mereka yang menyesatkan. Jadi pada akhirnya pengembalaan yang dilakukan kaum nasrani adalah upaya penyesatan manusia.
Peristiwa pembunuhan/penyaliban manusia tersebut mereka katakan sebagai upaya penebus dosa..
Dosa warisan atau turunan dalam Islam tidaklah ada. Setiap perbuatan dosa akan dibalas kepada setiap insan yang melakukannya tersebut. Tidak kepada istrinya, anaknya, cucunya, anak turunnya atau orang lain. Hal ini berdasar pada firman Allah SWT di dalam Al Qur’an surat An Najm : 36-41, yang artinya :
” Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran- lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.”
Dasar yang lain pada surat Fathir ayat 18 :
“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu Tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya dan mereka mendirikan sembahyang. dan Barangsiapa yang mensucikan dirinya, Sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. dan kepada Allahlah kembali(mu).”
Demikian pula disebutkan dalam Qur’an surat Al An’am ayat 164, yang artinya :
“ Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, Padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”
Allah kembali berfirman dalam surat Al Isra’ ayat 15 :
“ Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), Maka Sesungguhnya Dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang sesat Maka Sesungguhnya Dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul. “
QS Az Zumar ayat 7 :
“Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.”
Konsep dasar kaum Yahudi dalam menyesatkan manusia adalah “menciptakan” manusia seolah/sebagai Tuhan (mensekutukan) sehingga manusia yang diciptakan itu dapat memberikan firman/petunjuk yang sesuai dengan kepentingan kaum Yahudi.
Kaum Yahudi mengingkari kenabian Muhammad karena nabi Muhammad bukan berasal dari kaum mereka. Buat kaum Yahudi keputusan Allah tentang kenabian Muhammad tidak masuk akal  mereka karena mereka bangga sekali dengan kemampuan akal dan ras mereka.
Sesungguhnya kaum Yahudi tahu akan kenyataan sesungguhnya namun mereka tidak mau menerima/mengingkari.
Marilah,  dengan semangat kebaikan, bersegeralah masuk Islam, jangan sia-siakan kehidupan anda.
Kami kaum muslim tidak memusuhi kaum non muslim dan tidak juga memaksa kalian untuk masuk Islam. Terserah anda apakah anda akan mengikuti jalan lurus atau anda ingin mengikuti jalan mereka yang dimurkai atau mereka yang sesat ?
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (QS. 1:6)
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nimat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. 1:7)
Dimana petunjuk kepada jalan yang lurus ?
Dengan kitab  (Al-Qur’an)  itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (QS. 5:16)
Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[/b], (QS. 2:2)
Semoga teman-teman mendapatkan pertolongan Allah, dan segera terselamatkan dari jalan yang sesat.
Tanya:
Apa yg ditawarkan oleh Islam yg tidak ada pada ajaran lainnya??
Terima kasih atas pertanyaannya.
Ajaran lainnya ?
Ajaran yang mana ?
Sesungguhnya dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad , mengajarkan untuk menyembah Allah yang Maha Esa.
Firman Allah,
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku (Az Zariyat 56)
Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai kematian menjemputmu (al Hijr 99)
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Al Faatihah:5)
Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. (Al Ikhlas :1)
Ibrahim berkata: Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu? (Al Anbiya :66)
Ajaran-ajaran lain-lain, pada akhirnya baik sengaja maupun tidak sengaja mengajak mensekutukan Allah Yang Maha Esa dengan Tuhan lain.
Memang benar dalam ajaran-ajaran lain tersebut, ada hal yang mengajarkan kebaikan, namun prinsip dasar yang dilanggar yakni “menciptakan” manusia, benda seolah/sebagai Tuhan (mensekutukan) sehingga yang diciptakan itu dapat memberikan firman/petunjuk/ilham yang sesuai dengan kepentingan/keinginan mereka.
Persis sama dengan konsep dasar kaum Yahudi dalam menyesatkan manusia adalah “menciptakan” manusia seolah/sebagai Tuhan (mensekutukan) sehingga manusia yang diciptakan itu dapat memberikan firman/petunjuk yang sesuai dengan kepentingan/keinginan kaum Yahudi.
Firman Allah,
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (Al Baqarah : 87)
Jadi kesimpulan buat apa membandingkan dengan ajaran-ajaran lainnya, karena ajaran-ajaran lain sudah jelas kesesatannya dan menjadikan manusia kafir.
“Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke dalam neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”(QS. Al-Bayyinah: 6)
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” [Ali Imran:19]
Jadi marilah demi kebaikan teman-teman, kajilah Al-Qur’an dengan semangat beriman pada Allah Yang Esa
Sebaiknya anda tidaklah lagi ragu, dan jangan pula anda mensia-sia kan hidup anda pada jalan yang sesat.
Muliakanlah diri anda sebagai manusia sehingga syaitan sangat membencinya.
Prinsipnya adalah jikalau manusia yang membenci anda yang telah mulia dalam Islam maka sesungguhnya mereka akan bersama syaitan berlutut di Neraka Jahanam
Firman Allah, Demi Rabbmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut. (QS. 19:68)
Akhirnya saya mengajak demi keselamatan teman-teman di dunia, marilah bersama Islam, petunjuk Allah yang terbaru, terakhir dan sempurna.
“Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu”. (Al-Maidah : 3)
Tanya : Benarkah Nabi2 sebelumnya menyembah Allah? Apa yg diajarkan oleh Nabi2 sebelumnya ttg Allah?
Allah menganugerahi manusia kesempatan untuk memilih yang baik atau yang buruk sesuai firman Allah: “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (QS, Al-Balad 90: 10). “Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (QS, Al-Insaan 76: 3).
Kemudian syetan berusaha mengaburkan jalan yang benar sehingga jalan yang baik oleh manusia dikira sesat, dan jalan yang sesat dikira benar. Allah SWT. berfirman dalam Al-Quran surat Al Baqarah 2: 216: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
“Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke dalam neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”(QS. Al-Bayyinah: 6)
Ahli kitab adalah kaum Yahudi dan kaum Nasrani, Orang-orang musyrik adalah yang menyekutukan Allah, menjadikan Tuhan selain Allah. Orang-orang musyrik sebagai contoh ajaran / agama seperti budha, hindu dll.
Ahli kitab selain menyesatkan karena merubah kitab sesuai keinginan, juga menyekutukan Allah, sebagaimana firman Allah,
Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah memerangi mereka, bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. At-Taubah: 30).
Islam adalah agama tauhid. Seluruh nabi dan rosul yang diutus Allah Subhanahu wa Ta`ala hanya meng-ajarkan, menanamkan dan menda`wahkan tauhid, (beribadah serta mengabdi hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala saja, tidak kepada yang lain-Nya). Tidak ada satupun di antara mereka yang mengajar-kan syirik.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Beribadahlah hanya kepada Allah (saja), dan jauhilah Thogut”, {QS. An Nahl [16]: 36}
Islam adalah agama para rosul, sejak Nabi Adam `alaihis salam sampai Nabi Muhammad Ibnu Abdillah Shallallohu `alaihi wa sallam.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
Dan Ibrohim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. (Ibrohim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagi kalian, maka janganlah kalian mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. Adakah kalian hadir ketika Ya’kub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kalian ibadahi sepeninggalku”. Mereka menjawab: “Kami akan beribadah kepada Robb-mu dan Robb bapak-bapakmu : Ibrohim, Isma’il, dan Ishaq, (yaitu) Robb Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk kepada-Nya”. {QS. Al Baqoroh [2]: 132-133}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
(ikutilah) agama orang tua kalian Ibrohim. Dia (Alloh) telah menamai kalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur’an) ini, supaya Rosul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kalian semua menjadi saksi atas segenap manusia.” {QS. Al Hajj [22]: 78}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
“Dia telah mensyari’atkan bagi kalian agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa-apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrohim, Musa dan `Isa yaitu: Tegakkan-lah agama dan janganlah kalian berpecah belah tentang-nya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”. {QS. Asy Syuro [42]: 13}
Agama yahudi bukanlah agama nabi Musa `alai-his salam dan agama nasrani bukanlah agama nabi `Isa `alaihis salam. Kedua nabi tersebut dan seluruh para nabi telah diutus dengan membawa agama Islam.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman tentang perkataan Nuh `alaihis salam kepada kaumnya:
“Jika kalian berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikit pun dari kalian, upahku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku diperintah untuk menjadi orang-orang Islam (Muslimin)”. {QS. Yunus [10]: 72}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
“Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kalian beriman ke-pada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kalian benar-benar orang-orang Islam (Muslimin)”. {QS. Yunus [10]: 84}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
“Maka tatkala `Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah”. Para Ha-wariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”. {QS. Ali Imron [3]: 52}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
“Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia: “Berimanlah kalian kepada-Ku dan kepada rosul-Ku”. Mereka menjawab: “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rosul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”. {QS. Al Maidah [5]: 111}
Islam adalah agama yang sempurna, kesempurnaan Islam adalah mutlak dari semua segi, baik aqidahnya, hukum-hukumnya maupun segi-segi yang lainnya. Hal itu dikarenakan Islam adalah haq dan karena Islam datang dari Zat Yang Maha Sempurna, Allah `Azza Wa Jalla. Kesempurnaan Islam bertolak dari kesempur-naan Allah Subhanahu wa Ta`ala. Islam adalah agama yang abadi, tidak akan punah sepanjang zaman dan tidak akan tertinggal oleh zaman manapun.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Ku cukupkan kepada kalian ni`mat-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam itu jadi agama kalian”. {QS. Al Maidah [5]: 3}
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
“Maka apakah selain agama Allah yang mereka cari, pada-hal kepada-Nya-lah berislam (berserah diri) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan”. {QS. Ali Imron [3]: 83}.
=====